“ Tidak Ada Penghapusan PR Tetapi Pemberian Tugas di Rumah”

Depok, Klikpendidikan.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy memberikan
kewenangan untuk menetapkan kebijakan penghapusan Pekerjaan Rumah (PR) diserahkan kepada Dinas Pendidikan (disdik) masing-masing daerah.

Berbagai tanggapan dari kalangan pendidik tentang hal ini menimbulkan polemik pro kontra dan plus minusnya dipelajari,  menghapus PR perlu kajian khusus, mengingat banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

Menurut Kepala Sekolah SDN Depok Jaya 2, Lamria Nababan, S.Th, penghapusan PR dianggap menjadi tidak membebankan bagi anak di rumah, saya jawab tidak juga!, yang jelas PR itu dibuat tetap harus ada akan tetapi bukan PR yang sifatnya akademik.

Kepsek SDN Depok Jaya 2

“Misalnya dibuat tugas wawancara antara anak dan orangtua semacam tanya jawab berbagai pertanyaan, ini semacam pembiasaan komunikasi antara siswa dengan orangtua atau anggota keluarga lainnya,” tuturnya kepada Klikpendidikan.com di ruang kerjanya, belum lama ini.

Menurutnya, wacana tersebut tidak dihilangkan tapi dibijaksanai misalnya dengan diringankan atau penugasan pembiasaan.

Menurutnya memberikan siswa PR juga bukan merupakan hal yang salah. Sepanjang guru benar-benar membuat sendiri soal dan tugas yang diberikan kepada siswa.

“ Jika sekolah ini sudah full day, Senin-Jumat, bukan tidak mungkin sekolah akan menghapus PR , tetapi dberikan tugas belajar, mencari materi yang ditugaskan guru untuk dipelajari keesokan harinya,” tukasnya.

Pembangunan 3 RKB yang akan rampung pada bulan Desember 2018 ini rencananya, akan diiisi oleh kelas siang, sehingga KBM kelak akan pagi semua. (FHS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *