Ideologi Pancasila, Membentuk Karakter Siswa Mulia

Depok, Klikpendidikan – Sejarah Lahirnya Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober, memberikan pemahaman kepada siswa tentang negaranya, karena ideologi pancasila mampu untuk mebendung dan menumpas gerakan ideologi komunis yang menginginkan negara indonesia menjadi negara berideologi komunis.

“ Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang berlandaskan ideologi pancasila, dilakukan dengan memberikan pemahaman dan pengertiannya oleh guru kepada siswaditambah pendidikan agama dengan tujuan agar siswa yang sekolah disini memiliki karakter berbudi pekerti yang mulia,” ungkap Sutirah, kepala sekolah SDN Mekarjaya 15 kemarin, diruang kerjanya.

“ Setiap warga negara indonesia harus punya Tuhan, karena ideologi komunis tidak mengakui adanya Tuhan dan bertentangan dengan Pancasila, maka faham komunis tidak boleh tumbuh dan berkembang serta dilarang di Indonesia,” ucapnya.

Kepsek Mekarjaya 15

“ Setiap warga negara indonesia harus punya Tuhan, karena ideologi komunis tidak mengakui adanya Tuhan dan bertentangan dengan Pancasila, maka faham komunis tidak boleh tumbuh dan berkembang dan dilarang di Indonesia,”

Usaha kami terus gencar menenamkan ideologi pancasila kepada para siswa, karena mereka penerus bangsa, dan disarankan mereka menonton film pengkhianatan G 30 S PKI, dimana kekejaman PKI tergambar

Selanjutnya Sutiah megatakan, faham apapun yang bertentangan dengan pancasila tidak boleh dan

“ Pancasila sakti seperti Tuhan, itu tidak benar, maka kita luruskan dengan diberikan pemahaman dan pengertian kepada anak-anak,” ujar

Pemahaman diberikan dari waktu ke waktu, rasa cinta tanah air, apapun bilamana bangsa ini diserang dari pihak luar kita akan berjuang hingga titik darah penghasbisan.

supardi

# Tausiah

Sementara itu ditempat terpisan, kepala sekolah SDN Bakti Jaya 3, Supardi mengatakan dalam memberikan pemahaman dan wawasan idologi Pancasila salah satunya dengan melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera dengan membacakan teks Pancasila.

“ Setiap hari Jumat kami melaksanakan tausiah sebagai perwujudan dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Supardi juga menyatakan bahwa Ideologi Pancasila harus benar-benar ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.

“ Setiap sila memiliki arti dan nilai tersendiri, kelima sila adalah bentuk wujud dari karakter bangsa kita yang hidup berdampingan antar umat beragama, suku bangsa sehingga tercipta kondisi rukun, nyaman dan tenteram,” paparnya.

Perangkat sekolah dan komponennya yang heterogen, menjaga rasa persatuan dan kesatuan, menghargai perbedaan keyakinan, menghargai setiap suku bangsa dan melaksanakan musyawarah menuju mufakat serta menjunjung keadilan.

“ Keseluruhan elemen tersebut diajarkan sejak dini, dengan usaha ini diharapkan dapat mencegah dan menangkal ekses faham komunis.” tutur Supardi. (FHS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *