IKLAN SMK…..

(Yudi Herawan, Klikpendidikan) – Tak ubahnya iklan rokok, itulah gambaran yang terlihat pada sebuah iklan pemerintah tentang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mulai dimunculkan di televisi beberapa waktu lalu. Yang menjadi pokok permasalahan adalah perbedaan kenyataan yang ada di lapangan dengan slogan-slogan yang disampaikan dalam iklan tersebut. Entah ke-tidak mengertian atau tidak mau mengertinya kementerian yang terkait bahwa pesan yang disampaikan dalam iklan tersebut sebenarnya hanyalah suatu pembodohan masyarakat secara terang-terangan dalam dunia ilmu dan pendidikan.

Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah yang mampu menanamkan konsep trihayu dalam diri anak didik yaitu hamemayu hayuning salira yang berarti keindahan diri, hamemayu ayuning bangsa yang berarti menghiasi keindahan bangsa dan hamemayu hayuning bawana yang berarti menghiasi keindahan dunia.

Adakah pesan itu dapat ditemukan dalam iklan SMK yang dikeluarkan oleh dinas dan kementerian pendidikan?
Ilmu seolah hanya terbatas pada sisi timbal balik materi yang didapat saja. Pendidikan hanya bertujuan untuk mencari kerja tanpa ada pesan moral yang lebih dalam dari hakikat ilmu itu sendiri sedangkan pada kenyataanya-pun lapangan kerja yang tersedia tidak pernah mampu menampung jumlah kelulusan para pelajar.

Tetapi lagi-lagi orang tua yang mempunyai peranan terbesar dalam menanamkan sifat ke-ilmu-an dalam diri anak yang sedang menghadapi krisis pendidikan seperti sekarang ini justru harus terbawa arus keadaan, keadaan umum yang terjadi di dalam masyarakat yang menganggap seorang pelajar yang berhasil adalah ketika dirinya mampu mendapatkan materi sebanyak mungkin dalam dunia kerja nantinya.

Batasan antara ilmu dan kerja sudah seolah melebur dalam ketidak pastian arah pendidikan. Makanya jangan heran ketika suatu hari nanti pendidikan yang tadinya bertujuan untuk menciptakan keindahan bagi diri, bangsa dan dunia berubah sebaliknya menjadi tempat terciptanya manusia-manusia yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan materi.

Melihat perbedaan apa yang diungkapkan dalam iklan tersebut dengan kenyataan yang sesungguhnya terjadi, alangkah baiknya jika iklan tersebut ditiadakan saja. Pemerintah lebih baik melakukan pembenahan terlabih dahulu pada kurikulum yang lebih terarah dan pasti sehingga anak-anak didik tidak menjadi korban. Juga masih banyak gedung-gedung sekolah yang sudah mulai rusak dan membutuhkan perhatian lebih serius dari pemerintah dan yang paling penting adalah membebaskan dunia pendidikan dari kapitalisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *